Review

Wednesday, January 17, 2018

Rekomendasi Film Korea Untuk Newbie – Part 2 (Genre "Based on True Story")

Sebenarnya banyak film-film Korea bagus yang didasarkan oleh kisah nyata, tapi sayangnya saya baru bisa merekomendasikan dua film ini saja karena saya belum menonton film-film outstanding lainnya yang diambil dari kisah nyata. Tapi…dua film ini ga kalah outstanding-nya ko.

The Last Princess (2016)


Film ini cocok untuk kalian yang ingin belajar mengenai sejarah suatu Negara melalui cara yang lebih menyenangkan, yaitu menonton. Menonton film ini membuat saya belajar sedikit mengenai sepenggal sejarah Korea dan membuat saya sadar tak selamanya kehidupan seorang “Putri” itu menyenangkan.
“The Last Princess” menceritakan kisah Putri Deokhye, putri terakhir dari Dinasti Joseon. Saat usianya masih 13 tahun, putri Deokhye dipaksa untuk pindah ke Jepang dan sekolah disana, karena keberadaannya di Korea dianggap membahayakan keberadaan pemerintah  Kekaisaran Jepang di Korea. Dibantu dengan beberapa aktivis, ia berjuang untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Patriotik. Itu kata yang tepat untuk menggambarkan Putri Deokhye. Sebagai seorang putri, ia benar-benar merasa bertanggung jawab pada bangsa dan negaranya. Saat menonton film ini dan melihat hari-hari yang dilalui Putri Deokhye di Jepang, saya merasakan bagaimana tersiksanya ia. Film ini menyuguhkan banyak adegan-adegan mengharukan yang membuat saya semakin mencintai kebudayaan Korea.  Alur film ini sangat rapih dan bisa membuat penontonnya engage dari awal sampai dengan akhir film. Aktris Son Ye Jin, yang memerankan karakter Putri Deokhye, berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya. Menurut saya, akting Son Ye Jin adalah satu satu elemen kuat dari film ini.

salah satu adegan ter-menyayat-nyayat hati

“The Last Princess” memiliki skor 7/10 di IMDB. Film ini juga sukses menuai review positif dari beberapa kritikus film. Menurut salah seorang kritikus film Korea, film ini memberi sentuhan baru mengenai film yang diangkat dari kisah nyata masa kependudukan Jepang di Korea.

A Taxi Driver (2017)


Ini nih, film yang dibintangi dengan apik oleh calon suami saya, Ryu Jun Yeol (in your dream, honey, in your dream). Film ini mengangkat seorang “pahlawan” yang tidak dikenal banyak orang sebagai tokoh sentral. Meskipun beberapa bagian dari film ini adalah fiksi, namun film ini tetap diangkat dari kisah nyata mengenai bagaimana seorang jurnalis asal Jerman menguak kisah pembantaian di Gwangju oleh diktator Chun Doo Hwan. Sebelum liputan jurnalis tersebut, dunia, bahkan warga Korea Selatan sendiri menganggap kalau keberadaan militer di Gwangju adalah untuk melindungi warga dan korban-korban yang meninggal adalah anggota militer. Namun, J├╝rgen Hinzpeter – jurnalis asal Jerman – menguak kalau yang selama ini dilaporkan di media elektronik dan media cetak adalah kebohongan. Dalam perjalanannya mencari kebenaran di Gwangju, Hinzpeter ditemani oleh seorang supir taksi. Dan si supir taksi inilah seorang “pahlawan” tersembunyi, yang menjadi karakter utama di film ini.
“A Taxi Driver” menceritakan kisah seorang supir taksi yang secara tidak sengaja ikut terlibat dalam peliputan jurnalis asal Jerman mengenai “Gerakan Demokrasi Gwangju” yang terjadi di Korea di tahun 1980 silam.

Tegang. Itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan saya ketika menonton film ini. Melihat bagaimana Hinzpeter merekam adegan demi adegan yang terjadi di Gwangju dan bagaimana ia, dan beberapa orang baik yang membantunya, mempertahankan hasil liputannya sungguh mendebarkan. Banyak rasa yang disajikan “A Taxi Driver.” Penonton diajak tertawa saat melihat lucunya tingkah sang taxi driver, menangis ketika melihat keinginan kuat serta keterikatan warga Gwangju untuk mempertahankan kemerdekaannya dan tegang ketika melihat anak buah Chun Doo Hwan berusaha untuk mengambil hasil liputan Hinzpeter.

yang baju garis-garis jangan sampe lewat <3

"A Taxi Driver" memiliki skor 7,9/10 di IMDB. Film ini sempat masuk seleksi "Best Foreign Language Film" untuk ajang 90th Academy Award, namun tak sampai dinominasikan.

Tuesday, January 16, 2018

Rekomendasi Film Korea Untuk Newbie – Part 1 (Genre Horor)

Saya sering menemukan beberapa orang yang terkesan meng-underestimate film Korea. Terkadang mereka sudah ragu dengan kualitas film Korea bahkan sebelum menonton satu saja film dari Negeri Ginseng tersebut. Nah, di post ini, saya ingin berbagi rekomendasi beberapa film Korea yang menurut saya tak kalah menarik dan bagus dari film-film Hollywood. Karena selera orang berbeda-beda – ada yang lebih suka menonton film action, ada yang lebih suka menonton film komedi romantis (nayana nayana!) – maka saya memutuskan untuk membagi rekomendasi film Korea ini berdasarkan genre-nya. So, fellas, let’s get right into it.

Genre Horor – The Wailing (2016)

Sebelumnya saya minta maaf nih, saya hanya bisa merekomendasikan satu film saja dari genre ini karena saya adalah seorang penakut akut yang super jarang nonton film horor. Kalau ga penasaran sama film-nya, saya lebih baik mendengar cerita orang saja atau membaca recap mengenai film horor.


Saat saya memutuskan untuk nonton film “The Wailing,” yang ada di dalam benak saya adalah film ini lebih ke thriller dibandingkan horor, karena dari trailer-nya pun saya ga merasakan ketakutan yang amat sangat. Tapi ternyata saya salah. Film ini adalah film horor terhoror yang pernah saya tonton. Film ini tidak perlu menunjukkan sosok hantu yang menyeramkan, sosok hantu yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan dan musik mencekam untuk membuat penontonnya bergidik. Jalan cerita yang sangat rapih dan tone film yang gloomy adalah beberapa kualitas terbaik yang disuguhkan “The Wailing.”

“The Wailing” menceritakan kisah sebuah kota kecil di Korea Selatan yang terkena wabah menyeramkan. Wabah tersebut terjadi setelah satu orang asing datang ke kota tersebut. Seorang polisi secara tidak sengaja terlibat ke dalamnya dan berusaha memecakan misteri tersebut untuk menyelamatkan putrinya.


Saya merasakan efek ketakutan yang lumayan awet setelah nonton “The Wailing.” Entah kenapa, salah satu sosok yang ada di film ini selalu terngiang-ngiang di kepala saya dan berhasil membuat saya tidak pernah menutup pintu kamar mandi selama beberapa hari. Adanya konektivitas antara jalan cerita di film dengan kepercayaan mengenai suatu ajaran agama membuat alur film ini lebih menegangkan. Yang menarik lainnya dari film ini adalah saya menjadi mempertanyakan siapa yang sebenarnya baik dan jahat di film ini. Dan jawabannya sukses membuat saya tercengang.


“The Wailing” sukses mendapatkan pujian dari beberapa film critics. Film ini juga berhasil mengantongi beberapa penghargaan dan nominasi dari beberapa ajang penghargaan bergengsi. Film ini juga ditampilkan di bagian Out of Competition-nya Festival Film Cannes. Di IMDB, film ini punya skor 7,5/10.

Monday, January 15, 2018

[Gem of the Week] Theories of Youth – Water Dispenser

I’m so glad I stumbled upon this song. This one is definitely a gem.


I love how the female member sang the lyric as if she’s talking and not singing. Will dig deeper into this duo and probably post more things about Theories of Youth.

Friday, January 12, 2018

[MUSIC] Red Cheek Puberty - #First Love




Have a beautiful Saturday yeorobun~

[MUSIC] Kim Dong Ryul - Reply


Kim Dong Ryul is back with its newest ballad “Reply”. As reported by Allkpop, “Reply” is about the pain of regret and recovery as time goes by after a lost love, but it also aims to comfort the listener by saying, “Everything’s okay.”

Hyun Bin was chosen as the star of the MV. Some well-known actors – such as Gong Yoo and Lee Dong Wook – have also starred Kim Dong Ryul’s previous MVs.

I don't know why, but my mind goes directly to Song Hye Gyo when I'm looking at Hyun Bin in this MC. "Is he regretting the time when he let her go?" Such question is lingering in my mind when I was looking at him. This MV and song are like the portrayal of his farewell for her.